[Movie Review] Joker, Kegelapan Yang Terbentuk Dari Lingkungan

Joker (2019)
Joker adalah sosok yang tentu semua orang sudah tahu. Sejak awal kehadirannya menjadi musuh Batman, ia berhasil menjadi salah satu sosok antagonist yang sangat menawan dan dikagumi. Bahkan bisa dikatakan, Batman tidak akan sempurna bila tanpa Joker, sosok Joker melengkapi perjalanan Bruce Wayne menjadi Batman.
Banyak sekali versi Joker yang dapat kita temukan hingga saat ini. Dimulai dari Caesar Romero yang bertandem dengan Batman-nya Adam West hingga Jared Leto yang berperan menjadi Joker dalam film Suicide Squad. Selain dua yang disebutkan diatas, tentu masih ada versi Joker lain yang kita jumpai seperti Jack Nicholson, Heath Ledger, hingga aktor yang merangkap sebagai pengisi suara Mark Hamill.
Perdebatan pun sering mengemuka di seluruh dunia, "Siapa Joker yang Terbaik?". Tanpa banyak basa-basi, kuy langsung menuju ke tema film kita kali ini, Joker.

Lebih Gelap dari Hitam

Athur Fleck sebagai Badut
Joker besutan Todd Phillips adalah film yang sangat berbeda dari film-film sebelumnya. Jika kita melihat film-film adaptasi dari komik belakangan ini, tentu kita akan tahu bagaimana masing-masing film mempunyai kesamaan, yaitu film keluarga. Sedangkan Joker ini, bukanlah film keluarga yang nyaman untuk ditonton untuk seluruh anggota keluarga. Joker adalah film yang penuh dengan kegelapan, maupun itu dari sudut cerita atau pengambilan gambar yang sering dilakukan malam hari.
Arthur Fleck adalah sosok asli dibalik topeng Joker kali ini, Arthur adalah seorang warga biasa di Gotham. Sedari kecil, ia bercita-cita ingin membuat orang-orang tertawa bahagia dan dengan alasan itu, ia menjadi seorang stand up komedian. Namun kita semua tahu bahwa terkadang cita-cita tidak akan pernah dicapai dengan mudah atau bahkan tak akan dicapai sama sekali untuk sebagian orang, Arthur disini adalah sosok yang gagal meraih cita-citanya. Disamping stand up komedian, ia juga bekerja sebagai badut sewaan untuk acara.
Arthur mengidap sebuah penyakit kejiwaan yang membuatnya tak bisa mengontrol emosi dalam dirinya, ia akan selalu tertawa bila merasakan sesuatu, dari trailer film nya pun kita tahu bahwa ia adalah pasien dari psikiater dan berusaha untuk sembuh dengan cara berbicara terbuka kepada psikiaternya. Penyakit ini pun membuatnya menjadi orang yang memiliki ketergantungan terhadap obat-obatan.

Kebutaan Nurani Dalam Hidup Bermasyarakat

Gotham penuh dengan penduduk, dari yang kaya hingga yang miskin. Gotham adalah kota yang penuh dengan masalah, orang kaya yang tak peduli dengan orang miskin dan orang miskin yang berakhir menjadi seorang kriminal. Kaya dan miskin di Gotham takkan banyak berbeda, sebagian dari mereka adalah para kriminal yang tak peduli dengan orang lain.
Hidup Arthur Fleck di Gotham tidaklah mudah, ia adalah orang yang tak berada, pekerjaannya pun selalu menuntut dia untuk mengenakan topeng dan cat. Orang-orang silih berganti "membunuh" Arthur dengan pembulian yang dilakukan, bahkan dari teman dekatnya pun juga sama. Masyarakat Gotham pun sangat bergantung kepada Thomas Wayne yang berjanji akan merubah Gotham jika ia terpilih menjadi walikota, tapi tak semua orang bisa percaya akan hal seperti itu. Gotham tetaplah Gotham yang akan menjadi kota hitam.
Masyarakat adalah poin utama dari film Joker. Masyarakat lah yang membentuk sosok Joker didalam diri Arthur. Orang kaya maupun miskin mempunyai perannya masing-masing untuk menekan hidup Arthur baik secara fisik maupun psikis. Dampaknya? Arthur berubah menjadi sosok lain yang bukan Arthur dan itu semua dapat terjadi di kehidupan bermasyarakat yang kita jalani di dunia nyata.

Joaquin Phoenix Top Acting!

Film Joker tak akan pernah jauh dari sosok Arthur Fleck yang diperankan oleh aktor kawakan Joaquin Phoenix. Phoenix sukses membawakan sosok Arthur Fleck yang kita jumpai di film Joker ini, Phoenix membuat kita masuk dan merasakan dengan apa yang Arthur rasakan. Emosi yang ia bawakan dan tatapan mata kosong seperti orang yang tak punya harapan pun sukses diantarkan seluruhnya oleh Joaquin Phoenix.
Joker tak pernah jauh dari tawa, dari semua versi Joker yang telah bermunculan, semua identik dengan tawa khas Joker yang menyeramkan. Joaquin Phoenix tak bermain-main dalam mengirimkan suara tertawa Joker, ia berhasil membuat seluruh penonton merinding karena suara tawa yang berhasil ia bawakan.
Let's Dance with The Joker
Tawa dan akting bukan cuma hal yang bawakan oleh Phoenix, ada juga tarian yang kerap dilakukan oleh Arthur Fleck. Menari membuat Arthur tenang dan bahagia, satu-satunya hal yang ia lakukan jika bahagia adalah menari bukan tertawa. Phoenix pun memberikan tarian yang anggun namun juga mengerikan untuk disaksikan. Tak akan ada rasa tenang yang akan dirasakan jika menyaksikan Joker.

Verdict

Saya tak ingin banyak memberikan banyak komentar tentang film ini, tidak ingin keterusan dan kemudian menyebarkan spoiler yang harusnya tidak perlu. Joker adalah film yang patut untuk disaksikan secara langsung, baik sendiri maupun bersama teman, tapi pastikan semua yang dibawah adalah orang-orang yang berumur diatas 17 tahun.
Film Joker adalah bukan film keluarga apalagi anak-anak, film ini menampilkan adegan kekerasan dan juga keputusasaan dari seorang Arthur Fleck. Mulai dari tingkah, percakapan, dan aksi yang ditampilan dalam Joker adalah dewasa. Anak-anak tak akan bisa terhibur dengan menonton film Joker ini. Apalagi, di film ini tidak ada pasangan yang melengkapi Joker, yaitu Batman.
Joker adalah film yang wajib ditonton untuk anda yang mengaku sebagai pecinta film. Namun belum tentu anda akan langsung suka dengan apa yang anda saksikan, film Joker bukan untuk semua orang, namun sulit menolak bahwa film ini adalah mahakarya yang akan segera memenangkan penghargaan-penghargaan bergengsi tahun ini.
Menurut saya pribadi, film ini sangat wajib untuk ditonton untuk membuka mata kita kepada masyarakat yang ada disekitar kita. Banyak pesan moral yang bisa kita dapat dari film ini, film ini adalah pembuka mata bagi kita yang buta akan kehidupan bermasyarakat di dunia ini.

Information

Title: Joker
Release Date: 2 Oktober (Indonesia)
Genre: Drama, Psychological Thriller
Starring: Joaquin Phoenix (Arthur Fleck), Robert D. Niro (Murray Franklin) and Brett Cullen (Thomas Wayne)
Directed by: Todd Phillips
Produced by: Todd Phillips
Written by: Todd Phillips, Scott Silver
Distributed by: Warner Bros

Comments