[Game Review] Suikoden II, Persahabatan Ditengah Peperangan
![]() |
| Suikoden II (1998) |
Membahas video games klasik memang ga akan ada habisnya, terdapat ribuan atau bahkan puluhan ribu judul yang bisa dipilih untuk dibahas dari berbagai macam genre dan platform. Dari era NES dan setelahnya, video games berkembang dengan sangat pesat. Dengan adanya persaingan pada saat itu dari perusahaan video games lainnya seperti Sony dan Sega, sungguh normal rasanya jika perusahaan-perusahaan besar ini selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari yang lainnya. Ada yang tumbang, ada juga yang berjaya, setelah mencoba konsol-konsol seperti Sega, NES, dan SNES pada saat masih sangat kecil. Bisa dikatakan saya memulai perjalanan video games yang sebenarnya di era Playstation 1-nya Sony.
Suikoden II adalah satu dari sekian banyaknya video games yang saya mainkan di konsol pertama Sony tersebut. Kalau ingat masa kecil sih lucu rasanya, karena saya tinggal di Indonesia dan sama sekali ga ada background dengan Bahasa Inggris, kita semua tahu bahwa rata-rata video games dirilis dengan Bahasa Inggris atau Jepang. Dengan keterbatasan itu, saya selalu mencoba untuk terus memainkannya, mungkin karena dasarnya Suikoden II ini game yang menarik minat saya pada saat itu.
Sebelum berbicara lebih lanjut, perlu diketahui bahwa Suikoden II ini adalah sekuel dari game yang pertama. Suikoden dirilis pertama kali tahun 1995 pada konsol yang sama, Playstation. Suikoden dan Suikoden II merupakan satu kesatuan cerita, beberapa karakter dari Suikoden pun hadir di Suikoden II dan juga cerita kedua game yang saling bersinggungan. Kedua game memang memiliki beberapa kesamaan lokasi dan karakter, walaupun begitu, kedua game ini mampu berdiri sendiri, namun sangat disarankan untuk memainkan keduanya agar bisa melengkapi sebuah kisah apik yang saya rasa adalah yang terbaik sepanjang masa.
Sebelum berbicara lebih lanjut, perlu diketahui bahwa Suikoden II ini adalah sekuel dari game yang pertama. Suikoden dirilis pertama kali tahun 1995 pada konsol yang sama, Playstation. Suikoden dan Suikoden II merupakan satu kesatuan cerita, beberapa karakter dari Suikoden pun hadir di Suikoden II dan juga cerita kedua game yang saling bersinggungan. Kedua game memang memiliki beberapa kesamaan lokasi dan karakter, walaupun begitu, kedua game ini mampu berdiri sendiri, namun sangat disarankan untuk memainkan keduanya agar bisa melengkapi sebuah kisah apik yang saya rasa adalah yang terbaik sepanjang masa.
Peperangan Yang Terus Bergulir
Suikoden II mengawali fokus cerita kepada dua protagonist utama kita, Riou dan Jowy. Mereka adalah pasukan divisi paling muda dari balatentara Highland, meraka memasuki malam terakhir dalam pendidikannya di kamp Highland. Disaat semuanya berjalan lancar dan damai, tentu saja suatu hal selalu terjadi. Pemimpin dari divisi yang ditempati Riou dan Jowy kedapatan sedang melakukan rapat internal dengan Luca Blight, sang pangeran dari Kerajaan Highland. Luca datang dengan rencana licik, ia ingin merusak kedamaian yang ada saat ini dengan menyerang divisi muda balatentara Highland dalam kamp dan kemudian memfitnah Jowston, negara yang akan segera menandatangani kontrak perdamaian dengan Highland.
Luca mempunyai dendam pada Jowston dan tak akan semudah itu menyetujui perdamaian yang akan dilakukan, pada akhirnya ia melakukan rencana licik dengan membunuh semua divisi muda balatentara Highland, dan ia sukses melakukannya. Namun beruntung, Riou dan Jowy berhasil kabur dari pembunuhan massal itu karena mereka tak sengaja mendengarkan pembicaraan yang dilakukan oleh Luca dan pemimpin divisi. Kabur adalah jalan satu-satunya, mereka terjun dari sebuah tebing yang mengantarkan mereka masuk ke wilayah Jowston.
Semua usaha perdamaian yang ditangangi dan diusahakan pun sirna karena kebencian Luca Blight terhadap Jowston. Penghianatan yang dilakukan Luca ini sangat kejam karena ia berhasil melakukan pembunuhan massal pada balatentara-nya sendiri demi sebuah fitnah yang akan ia kirim ke Jowston, semua ini menimbulkan percikan peperangan yang akan segera dimulai kembali.
Walaupun Riou dan Jowy berhasil kabur dengan cara terjun dari tebing, pengakuan mereka tak akan mudah dipercaya oleh pihak manapun. Mereka hanyalah bocah berumur 16 tahun yang baru akan lulus kamp pendidikan tentara Highland. Pada akhirnya, mereka terpisah dan Riou menjadi tahanan di salah satu pos yang juga tempat pelatihan balatentara Jowston yang dipimpin oleh Flik dan Viktor. Walaupun menjadi tahanan, Riou diperlakukan dengan sangat baik oleh prajurit Jowston karena setelah menyelidiki pengakuan Riou, Jowston berencana mengirim mereka kembali ke Highland. Sebelum akhirnya, Jowy datang dan membawa kabur Riou kembali ke Kyaro, kampung halaman Riou dan Jowy di Highland.
![]() |
| Kekejaman Luca Blight |
Semua usaha perdamaian yang ditangangi dan diusahakan pun sirna karena kebencian Luca Blight terhadap Jowston. Penghianatan yang dilakukan Luca ini sangat kejam karena ia berhasil melakukan pembunuhan massal pada balatentara-nya sendiri demi sebuah fitnah yang akan ia kirim ke Jowston, semua ini menimbulkan percikan peperangan yang akan segera dimulai kembali.
Walaupun Riou dan Jowy berhasil kabur dengan cara terjun dari tebing, pengakuan mereka tak akan mudah dipercaya oleh pihak manapun. Mereka hanyalah bocah berumur 16 tahun yang baru akan lulus kamp pendidikan tentara Highland. Pada akhirnya, mereka terpisah dan Riou menjadi tahanan di salah satu pos yang juga tempat pelatihan balatentara Jowston yang dipimpin oleh Flik dan Viktor. Walaupun menjadi tahanan, Riou diperlakukan dengan sangat baik oleh prajurit Jowston karena setelah menyelidiki pengakuan Riou, Jowston berencana mengirim mereka kembali ke Highland. Sebelum akhirnya, Jowy datang dan membawa kabur Riou kembali ke Kyaro, kampung halaman Riou dan Jowy di Highland.
Pulang Kampung!
![]() |
| Penangkapan Riou dan Jowy di Kyaro |
Kampung halaman Riou dan Jowy adalah kota bernama Kyaro, Highland. Sekembalinya mereka ke Kyaro, Riou dan Jowy langsung menuju rumah masing-masing untuk mengecek keadaan. Riou bertemu kembali dengan saudara perempuannya Nanami, namun ternyata pulang kampung tidak selalu membawa kebahagiaan. Riou dan Jowy mendapat kabar yang sangat tidak mengenakan, Highland menebar kabar palsu bahwa dua tentara mereka yang kabur, Riou dan Jowy adalah seorang mata-mata. Riou dan Jowy pun masing-masing tertangkap ditempat yang berbeda namun masih di Kyaro. Hukuman mati berada didepan mata mereka berdua karena tuduhan palsu tersebut, dan penduduk mempercayai apa yang dikatakan oleh pemerintah.
Persiapan eksekusi bagi Riou dan Jowy pun berjalan, dan mereka akan dihukum untuk gantung diri didepan balatentara Highland. Namun ditengah-tengah eksekusi tersebut, terjadi hal yang tidak terduga, Flik dan Viktor yang notabene adalah orang Jowston datang dan menyelamatkan mereka berdua. Dengan apa yang mereka lihat di Kyaro, Flik dan Viktor pun percaya dengan apa yang diungkapkan Riou tentang fitnah kejam yang dilakukan Luca Blight dan segera kembali ke pos mereka di Jowston.
War... War Never Changes
Dengan semua bukti didepan mata, sudah jelas bahwa Highland akan kembali menyerang Jowston dan semua perjanjian damai yang telah dilakukan tak akan banyak berguna selama Luca Blight masih bernafas di Highland. Peperangan tak akan pernah berubah, selama semuanya masih berkubu-kubu dan juga mempunyai dendam dalam hati, peperangan tak akan bisa berubah. Peran Riou dan Jowy disini adalah yang paling penting, karena mereka mendengar isi percakapan yang terjadi di Kamp dan mereka berdua adalah saksi hidup terakhir dalam penghianatan Luca Blight.
Perjalanan Riou,Jowy, dan Nanami akan masih sangat panjang, persahaban mereka akan penuh ujian ditengah-tengah peperangan yang terjadi antara Highland dan Jowston. Pihak mana yang akan jadi pemenangnya kita tidak akan perntah tau kecuali kita benar-benar memainkan dan menyaksikan perjalanan peperangan di Sukoden II ini bergulir. Pihak terbaik lah yang akan membuka takbir kebenaran, Jowston atau Highland? Bagaimana Riou dan Jowy akan melangkah ditengah peperangan yang terjadi antara negara kelahirannya sendiri dengan Jowston?
Kisah perjalanan persahabatan diantara peperangan ini adalah yang terbaik sepanjang masa, tidak akan banyak video games lainnya yang mempunyai cerita se-apik ini. Anda akan melalui banyak sekali perjalanan, ujian, pertemuan, dan pengorbanan dalam Suikoden II. Kemunculan rencana licik Luca Blight hanyalah awal dari sekian banyaknya perjalanan apik yang akan kita jumpai dalam Sukoden II.
Gameplay
Suikoden II adalah game bergenre JRPG (Japanese Role Playing Game), jika kalian akrab dengan genre ini maka kalian tidak akan kaget kalau di Suikoden (II dan juga lainnya) memiliki sistem pertarungan yang unik bernama Turn Based Battle. Ya, sesuai namanya, pertarungan yang terjadi di Sukoden II ini penuh dengan strategi yang akan kalian lalui secara bergantian. Dikala putaran anda menyerang, maka musuh tidak akan bisa menyerang anda, dan begitu pula saat putaran musuh menyerang. Semudah itukah? Tentu tidak, terdapat serangan balasan yang akan musuh lancarkan jika anda tidak beruntung, dan juga serangan anda juga bisa saja tidak mengenai sasaran yang berarti anda menyia-nyiakan putaran anda sendiri.
![]() |
| Perang Dalam Sukoden II |
Sudut kamera dari langit-langit sangat memudahkan kita untuk berjalan-jalan dalam dunia Suikoden II. Fitur kamera ini sudah menjadi andalan sejak Suikoden yang pertama, dan terbukti sukses dalam genre JRPG karena anda akan dapat melihat sekeliling anda dengan sangat jelas. Dikala anda ingin mencari peti harta karun atau orang-orang sekitar, sudut kamera dari Sukoden adalah yang terbaik.
Ada mode lainnya yang terdapat dalam Suikoden II, yaitu perang dengan skala besar. Perang ini akan terjadi dibeberapa bagian cerita yang tidak bisa anda lewati. Anda akan mempunyai prajurit yang berjalan dalam bidang persegi, layaknya catur, anda harus menjalankan prajurit anda tiap putarannya dan harus mengalahkan musuh anda. Sangat mudah sebenarnya seperti memainkan catur.
Belum puas? Dalam Suikoden II anda juga akan memiliki ilmu sihir yang bernama Rune. Rune ini sangat mirip sekali dalam sihir atau magic dalam video games lainnya. Rune akan bertambah sesuai progres anda dalam memainkan Suikoden. Jika awalnya hanya ada satu atau dua Rune yang dapat digunakan, maka itu akan terus bertambah seiring perjalanan anda. Terdapat banyak elemen Rune dalam Sukoden II, ada Rune yang hanya dimiliki beberapa orang seperti Bright Shield yang hanya dimiliki oleh Riou atau Black Sword yang dimiliki Jowy. Juga terdapat elemen yang bisa bebas anda lepas pasang ke tiap karakter yang ada seperti api, air, dan lain-lain.
108 Stars of Destiny
Hal yang paling diunggulkan dalam Suikoden II (Termasuk seri Suikoden lainnya) adalah banyaknya karakter wajib ataupun opsional yang bisa anda rekrut! Terdapat 108 karakter yang bisa anda rekrut dalam Suikoden II dan semuanya memiliki peran yang sangat signifikan dalam game ini. 108 karakter ini terselip dari awal hingga akhir game, cara untuk mendapatkan semuanya sungguh beragam, ada yang mudah cukup dengan berbicara namun ada juga yang mewajibkan anda melakukan suatu hal dulu baru bisa anda rekrut. Selain itu, mata anda pun juga diuji untuk mengetahui dimana letak karakter-karakter yang bisa anda rekrut itu, terkadang mereka berada ditempat yang tak terduga atau tersembunyi.
Fitur 108 Stars of Destiny ini adalah kedua yang saya sukai setelah cerita utama dari Suikoden II ini, karena semakin banyak karakter yang direkrut, kastil anda juga akan semakin besar seiring banyaknya orang yang datang mendukung anda. Adanya karakter ini pun juga menambah permainan mini didalam Suikoden II, seperti memancing, memasak, ataupun anda hanya ingin berkeliling kastil dan mengunjungi tempat-tempat baru yang lama-kelamaan semakin besar.
Verdict
Suikoden II adalah video game yang komplit buat saya, karena kaya akan segudang fitur dan juga mempunyai kisah yang sangat menarik. Kisah persahabatan, peperangan, penghianatan, pengorbanan, dan juga kejayaan semuanya bisa anda dapatkan dalam Suikoden II. Kupas perjalanan Riou dan Jowy karena akan ada banyak sekali kejutan yang akan didapatkan. Buat saya pribadi, video games tidak akan terlalu bermakna atau memorable jika tidak mempunyai cerita dan pelajaran yang dipetik darinya.
Dari grafik, gameplay, cerita, hingga soundtrack, semua yang ada di Suikoden II ini sangat memanjakan siapapun yang memainkanya. Normal rasanya jika mengatakan bahwa Suikoden II adalah game yang terbaik bahkan sampai saat ini, game terbaik sepanjang masa. Tidak akan ada penyelasan yang didapatkan ketika anda bermain Suikoden II, game yang layak dan pantas dimainkan bagi semua kalangan dari dulu hingga sekarang.
Information
Title: Suikoden II
Release Date: December 17, 1998 (JP) & August 31, 1999 (US)
Genre: JRPG
Developer: Konami
Publisher: Konami
Available On: PlayStation






Comments
Post a Comment